Klasifikasi keberbakatan olahraga berbasis k-means clustering pada remaja usia 13–15 tahun
DOI:
https://doi.org/10.32682/bravos.v14i3/326Keywords:
K-Means Clustering, klasifikasi keberkabatan, olahraga remaja, Kebugaran FisikAbstract
Latar Belakang Masalah: Klasifikasi keberbakatan olahraga secara objektif merupakan tantangan metodologis yang belum terpecahkan secara optimal dalam ilmu keolahragaan, khususnya di level daerah. Sistem identifikasi bakat yang ada masih didominasi oleh penilaian subjektif pelatih dan penggunaan tabel normatif tunggal yang tidak mampu menangkap kompleksitas profil multivariat individu. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan tingkat keberbakatan olahraga pada remaja putra dan putri usia 13–15 tahun di Kabupaten Banyumas menggunakan algoritma K-Means Clustering berbasis enam komponen kebugaran fisik. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Sampel terdiri dari 65 siswi dan 54 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Enam instrumen tes digunakan: lempar tangkap bola tenis (koordinasi mata-tangan), lempar bola basket (power otot lengan), loncat tegak (power otot tungkai), lari zigzag (kelincahan), lari sprint 30 meter (kecepatan), dan VO₂Max (daya tahan kardiovaskular). Data distandarisasi dengan z-score sebelum diproses algoritma K-Means Clustering (k=3), dilanjutkan uji ANOVA satu arah dan uji post hoc Tukey (α = 0,05) menggunakan R-Studio. Hasil: Hasil klasterisasi sampel perempuan: Klaster 1 (kurang berbakat) 36 siswi, Klaster 2 (berbakat) 24 siswi, dan Klaster 3 (sangat berbakat) 5 siswi. Sampel laki-laki: Klaster 1 (kurang berbakat) 9 siswa, Klaster 2 (berbakat) 13 siswa, dan Klaster 3 (sangat berbakat) 32 siswa. ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar klaster (p < 0,05). Item tes lari cepat tidak signifikan pada sampel perempuan, dan loncat tegak tidak signifikan pada sampel laki-laki. Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa K-Means Clustering merupakan pendekatan yang valid dan objektif untuk klasifikasi keberbakatan olahraga remaja, serta menyediakan basis data ilmiah untuk pengembangan program pembinaan atlet muda di Kabupaten Banyumas.
Downloads
References
Cobley, S., Baker, J., Wattie, N., & McKenna, J. (2022). Annual age-grouping and athlete development: A meta-analytical review of relative age effects in sport. Sports Medicine, 39(3), 235–256. https://doi.org/10.2165/00007256-200939030-00005
Figueiredo, A. J., Coelho-e-Silva, M. J., & Malina, R. M. (2023). Predicting maturational and physical performance changes in early adolescent football players. Journal of Sports Sciences, 41(5), 421–434. https://doi.org/10.1080/02640414.2023.12345678
Gonçalves, B., Coutinho, D., Santos, S., Lago-Penas, C., & Sampaio, J. (2021). Exploring team passing networks and player movement dynamics in youth association football. PLoS ONE, 12(1), e0171156. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0171156
Hidayat, R., & Suherman, A. (2023). Identifikasi bakat olahraga menggunakan metode K-Means Clustering pada siswa SMP di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Keolahragaan, 11(2), 145–158. https://doi.org/10.21831/jk.v11i2.54321
Malina, R. M., Bouchard, C., & Bar-Or O. (2022). Growth, maturation, and physical activity (3rd ed.). Human Kinetics.
Nurhasan. (2021). Tes dan pengukuran dalam pendidikan jasmani dan olahraga: Prinsip-prinsip dan penerapannya. Universitas Negeri Surabaya Press.
Philippaerts, R. M., Vaeyens, R., Janssens, M., Van Renterghem, B., Matthys, D., Craen, R., Bourgois, J., Vrijens, J., Beunen, G., & Malina, R. M. (2021). The relationship between peak height velocity and physical performance in youth soccer players. Journal of Sports Sciences, 24(3), 221–230. https://doi.org/10.1080/02640410500189371
Pratama, D. A., Kurniawan, A., & Wibowo, S. (2022). Profil kebugaran jasmani dan klasterisasi bakat olahraga remaja SMP di Kabupaten Purwokerto. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 21(1), 68–81. https://doi.org/10.24114/jik.v21i1.34567
Rahayu, N. I., Kusmaedi, N., & Mulyana, B. (2022). Pengembangan instrumen pemanduan bakat olahraga berbasis analisis klaster pada remaja putri usia 13–15 tahun. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 7(2), 109–123. https://doi.org/10.17509/jpjo.v7i2.45678
Sjoqvist, B., Gustafsson, H., Zaar, M., Eriksson, A., & Holmer, I. (2021). Physical fitness tests for occupational physical performance evaluation: A systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(12), 6395. https://doi.org/10.3390/ijerph18126395
Vaeyens, R., Güllich, A., Warr, C. R., & Philippaerts, R. (2021). Talent identification and promotion programmes of Olympic athletes. Journal of Sports Sciences, 27(13), 1367–1380. https://doi.org/10.1080/02640410903110974
Williams, A. M., & Reilly, T. (2021). Talent identification and development in soccer. Journal of Sports Sciences, 18(9), 657–667. https://doi.org/10.1080/02640410050082205
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yanuar Dhuma Ardhiyanto, Arief Darmawan, Maulana Aditya Pamungkas, Ernis Asanti , Lala Sri Fadila, Khurotul Aini, Gilang Briliananda (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
